Hari ini Joe merasa hidupnya kembali berwarna setelah bertahun-tahun tak dapat melupakan cinta pertamanya. Walau Joe tahu perasaan ini kemungkinan akan sia-sia tapi Joe tetap ingin berusaha. Berusaha keluar dari ketakutan yang selama ini menghantuinya. Joe tak peduli akan ramalan. Cintanya ada di tangannya, bukan di tangan seorang peramal. Joe yakin ia akan mampu memperoleh cinta itu jika ia berusaha.
Saat mengamati sosok ia dari belakang malam ini, ingin sekali Joe memeluknya. Berharap merasakan kehangatan. Joe tahu itu tidaklah mungkin. Sosok ini menyukai sahabatnya dan ia telah berjanji akan membantu hubungan mereka. Lalu kemudian bagaimana Joe harus bertindak? Ketika ia mulai merasakan adanya tanda-tanda cinta. Haruskah ia meneruskan bantuannya atau ia berusaha mengejar apa yang ia inginkan?
Joe tak tahu kapan perasaan ini mulai muncul. Begitu cepat, begitu tiba-tiba hingga ia tak menemukan alasan mengapa ia bisa begitu marah ketika sosok itu selalu menanyakan tentang sahabatnya. Joe tahu ia dimanfaatkan tapi Joe tak ingin itu semua berakhir. Jika dengan cara inilah ia bisa dekat dengan sosok itu, biarkan ia tetap begini sampai waktu menyadarkannya. Biarkan sosok yang lama tenggelam dan sosok yang baru akan timbul menghiasi hidupnya walau Joe tahu semua itu takkan luput dari kesakitan.
Malam ini sungguh indah hingga Joe berharap waktu akan berhenti. Lama sudah Joe tak merasakan degupan jantungnya yang begitu cepat. Joe sangat menyadari apa yang dirasakannya sekarang tapi ia ingin sekali menyangkalnya. Ia tak berharap akan sakit hati tapi ini semua begitu indah untuk dirasakan. Terima kasih untuk malam ini. Sekalipun kamu membicarakan dia, tapi aku hanya ingin kamu tahu bahwa mata ini selalu tertuju padamu. Nite. =)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar