Mengenai Saya

Foto saya
I am who I am.. Jangan cepat mengambil kesimpulan tentang saya sebelum mengenal saya secara langsung! Yang terpenting dalam hidup saya adalah keluarga. Persahabatan adalah segalanya buat saya. Setiap manusia pasti merasakan yang namanya cinta, termasuk saya.

Rabu, 20 Juli 2011

Open Your Eyes and See The Truth !


Diary, rasanya semua akan berakhir. Perasaan ini akan Joe kubur dalam-dalam. Capek, lelah, bingung. Apa mungkin ini hukuman dari Tuhan karena perbuatannya dulu? Meninggalkan orang-orang yang menyayanginya hanya karena keegoisan sesaat. Joe tahu ia tak boleh terus mengingat masa lalunya yang kelam. Kata orang, biarkan masa lalu menjadi kenangan yang tak terlupakan namun tak perlu diingat. Akan tetapi penyesalan selalu menghampiri Joe. Bagaimana ia menghapusnya? Andai ia hilang ingatan, mungkin semua akan jauh lebih baik tetapi apakah itu berguna? Itu hanya menambah penderitaan.
                Kenyataan telah membuka mata Joe tapi tak mampu membuka hatinya. Joe tak yakin ini benar namun jika ternyata benar, Joe sangat marah pada dirinya sendiri. Dengan sangat mudah ia jatuh cinta maka dengan sangat mudah pula ia akan sakit hati.
                Bernapaslah, Joe! Tarik napas dalam-dalam dan hembuskan perlahan melalui mulut! Semua akan baik-baik saja besok. Kamu, dia, dan semuanya. Jalani apa yang ada di hadapanmu! Jangan selalu menggunakan perasaan dalam melakukan sesuatu karena itu akan selalu membuatmu terluka!

Sabtu, 16 Juli 2011

It's not my choice

                Apa ini? Air mata ini jatuh begitu saja tanpa bertanya terlebih dahulu. Janji yang telah Joe buat, diingkari akhirnya. “Aku takkan menangis lagi karena seorang lelaki.” Sebuah janji yang dibuat Joe saat terakhir kalinya ia menangis karena cinta pertamanya. Lalu apa alasan sekarang Joe menangis? Masih ingat dengan S si Secret? Ya, dialah satu-satunya alasan yang bisa membuat Joe menangis. Apa salah S? Ia memang tak bersalah. Sebagai seorang lelaki normal, wajar S dekat dengan wanita manapun. Ia bukan pacar Joe. Joe hanya orang yang menyayanginya S tapi hal itu tidak berlaku sebaliknya. Mencoba membuat S sadar akan perasaan Joe hanya sia-sia.
                At last, Joe membuat keputusannya sendiri. Menghilangkan S dari kehidupannya tapi sanggupkah ia melakukan semua itu? Baru sehari namun Joe sangat merindukan candaannya. Baru sehari tapi Joe selalu bertanya, “Kenapa ia tak mencariku? Apa ia memang tak peduli? Sedang apa dia hari ini? Kapan ia akan bertanya lagi sedang apa aku hari ini?” Joe tak tahu kapan perasaan itu muncul, begitu pula ia tak tahu kapan perasaan ini dapat pergi. Akibat keputusan yang dibuatnya, Joe tak lagi menanggapi S. Ia tak ingin lagi terbawa perasaan. Ia tak ingin luluh karena sikap S yang manis namun hanya umpan belaka.
                Kini keputusan itu memperoleh hasil. S capek dengan sikap Joe yang cuek. Joe berhasil membuat S tidak tertarik lagi padanya. “It’s your choice. Bye.” Kalimat sederhana namun bisa membuat Joe meneteskan air mata. It’s not my choice, S. Someday I’ll tell you why I can be like this but not now and that’s if you still care. Sorry. Joe. Harapan terbesar Joe saat ia mengambil keputusan itu adalah ia hanya ingin tahu bagaimana perasaan S yang sesungguhnya. Apakah S benar-benar peduli padanya? Apakah S hanya menganggapnya teman di saat dia sendiri? Apakah S benar-benar membutuhkan Joe dalam hidupnya. Dan hasilnya? Nothing.
                Selamat tinggal, S! Thanks banget uda memberikan dua malam yang terindah yang tak pernah kurasakan sebelumnya! Malam pertama dimana kita pergi dengan banyak orang namun bagiku malam itu hanya kita berdua, kamu dan aku. Malam kedua adalah pertama kalinya aku makan malam berdua dengan laki-laki yang kusayangi yaitu kamu. Apa yang akan terjadi ke depannya, aku hanya berharap itulah yang terbaik untuk kita berdua. Maaf untuk keegoisanku. Joe.
               

Minggu, 10 Juli 2011

Mulai Memahami, Jangan Jatuhkan Aku Kembali


                Diary, banyak yang ingin diceritakan namun entah mengapa tak ada satupun kata berhasil diketikkan. Ada apa dengan Joe? Kemana semua inspirasi-inspirasi dan khayalan yang selama ini menemani kesendiriannya? Ya…. Itu semua hilang seiring berjalannya kehidupan. Kini Joe lebih sering bermain bersama pikirannya. Apa yang dirasakannya selalu ia debatkan dengan pikirannya dan setelah memiliki keputusan maka ia langsung melakukan. Joe merasa tak perlu ada yang disharekan dalam bentuk tulisan atau dalam bentuk curhatan.
                Diary, Joe semakin bingung dengan apa yang dirasakannya. Rasa suka yang ia rasakan memang real adanya tapi apakah ini akan bertahan lama? Sebut saja dia dengan “S” yang berarti Secret. Memang benar S kini tak lagi sering menanyakan tentang sahabat Joe. Lalu apakah hal itu lantas membuat Joe senang? Joe merasa maybe S tahu akan perasaan Joe yang memang pada kenyataannya ditujukan padanya. Dan sikap S mulai berubah padanya. S mulai mendekati Joe dan Joe tahu itu bukan karena S memiliki perasaan yang sama pada Joe. Tak tahu pasti apa maksud dari sikap S ini. Yang pasti, Joe merasa nyaman tidak nyaman dengan S yang sekarang.
                Menurut Joe, S tipe cowo yang belum siap menjalani hubungan yang serius “pacaran”. Tipe humoris dan gampang bergaul dengan siapa aja tapi bukan berarti ketika kamu memiliki seseorang yang istimewa “pacar”, kamu tidak boleh menjadi diri kamu sendiri. Boleh saja bergaul dengan siapapun, teman, mantan, sahabat, tapi semua itu ada batasannya. Tidak mungkin kamu bercanda dengan cewe-cewe ketika ada pacar di sampingmu, iya kan? Pasti cewe akan berpikir, ‘ Kenapa dia bisa lebih bahagia ngobrol sama cewe lain dibanding sama aku ya? ‘. Punya pacar bukan berarti kamu akan terikat oleh status itu. Kamu tidak boleh ngobrol sama cewe/cowo lain lah, kamu harus ini lah, harus itulah. Mengapa tidak menjadikannya sebagai suatu ikatan yang akan menjadikan kita satu? Bukankah itu lebih baik?
                Ya… Mungkin perasaan ini hanya berasal dari Joe. Tak tahu mengapa tiba-tiba perasaan itu menghampiri Joe tapi Joe yakin akan itu. Memasuki tahap pertama yaitu “suka”. “sayang” dan “cinta” akan tumbuh seiring berjalannya waktu dan seiring sikap S pada Joe. Jika S masih pada sikapnya yang kekanak-kanakan, Joe tak yakin perasaannya itu tak akan goyang. S berhasil membawa Joe keluar dari ketakutannya selama ini. Ketakutan yang membuat Joe selalu berhenti melangkah saat cinta datang menghampirinya. Itu bukan hal kecil bagi Joe meskipun bagi orang lain itu adalah hal yang sepele. Setiap orang memikili ketakutan masing-masing.
                Joe bukan cewe bodoh yang mengemis-ngemis perhatian dan cinta. Joe juga memiliki perasaan yang harus dijaga. Joe suka pada S tapi bukan berarti S boleh seenaknya. Kemesraan tanpa status hanya akan merugikan pihak perempuan, itu menurut Joe. Diary, mungkin dengan adanya perasaan ini, Joe mulai mengerti pentingnya sebuah hubungan. Joe yang dulunya selalu tidak menganggap sebuah hubungan itu serius, kini mulai mengerti rasa sakit hati yang dirasakan mereka yang pernah ditinggalkan Joe, yang pernah sangat sayang pada Joe. Thanks banget buat S yang uda membuat Joe mengerti. Maafkan Joe karena tidak bisa menjaga cinta yang diterimanya selama ini dengan utuh.
                Berharap di saat keseriusan mulai menjalar dalam diri Joe, tak ada karma buruk yang berbuah. Maafkan Joe, ya Tuhan . . .