Tanggung jawab seorang anak laki-laki dalam sebuah keluarga tentu lebih besar daripada tanggung jawab seorang anak perempuan. Bagi Joe, kedudukan itu tak ada bedanya. Semua anak adalah sama di mata orang tuanya. Baik laki-laki ataupun perempuan, keduanya memiliki tanggung jawab yang sama di dalam keluarga. Joe menemukan sebuah soal yang sulit dalam kehidupannya hari ini. Ketika posisinya dihadapkan pada sebuah pilihan yang sulit antara memilih keluarga ataukah impiannya.
Case : A adalah anak kedua dari empat bersaudara. Sejak ayahnya menghembuskan napas terakhir, A kini tahu bahwa ia memiliki tanggung jawab yang sangat besar. Keluarganya tidak dapat bergantung pada anak sulung, kakak laki-lakinya, yang tidak pernah mau peduli tentang masalah di keluarga mereka. Sementara adik perempuannya kini baru menapaki hidup perkuliahan. Si bungsu masih SMA dan masih terlalu dini baginya untuk mengurus masalah keluarga. Ibunya sudah lanjut usia dan sangat membutuhkan kehadiran A dalam meneruskan usaha keluarga yang ditinggalkan oleh ayah mereka. A diambang kebingungan antara tetap meneruskan kuliahnya yang kurang lebih 1 tahun lagi atau pulang ke kampung halaman meneruskan usaha keluarga demi memenuhi kebutuhan hidup keluarga karena dapat dikatakan bahwa ekonomi keluarganya kini sedang krisis. Kuliah sangat penting dalam hidup A. Demi impiannya menjadi seseorang yang lebih sukses, A berusaha menemukan jalan keluar agar ia tidak harus mengabaikan kedua hal penting tersebut.
Untuk membantu A keluar dari masalah, banyak pendapat telah diutarakan. Joe mungkin akan kebingungan bila ia berada dalam posisi A. Berdasarkan kasus yang ada, Joe berpikir tentang apa yang harus ia lakukan bila ia menjadi A sekarang. Joe akan pulang untuk meneruskan usaha keluarga (jaga toko). Di samping itu, Joe takkan pernah melupakan pentingnya sebuah kuliah. Untuk apa dia kuliah? Apakah demi sebuah gelar sarjana? Tidak. Joe berpikir bahwa ia kuliah untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa gelar sarjana pentinga dalam dunia kerja, tapi di samping gelar tersebut Joe yakin bahwa keterampilan dan pengetahuan menjadi hal yang paling utama. Pengetahuan bisa diperoleh dari mana saja apalagi di dunia modern sekarang. Pengetahuan dan pendidikan tidak hanya bisa didapat dari kuliah. Dari buku-buku pengetahuan, internet, dari pengalaman orang lain atau bahkan dari hal-hal yang dialaminya sehari-hari. Semua itu adalah pembelajaran dalam kehidupan.
Sama seperti keputusan Joe yang mengambil kuliah pada jurusan yang sebenarnya bukan menjadi impiannya. Joe tidak pernah memimpikan akan memasuki dunia yang kini tengah dijalaninya. Semua itu terjadi begitu saja. Tadinya ingin terjun dalam dunia broadcasting ternyata tak mampu ia perjuangkan. Joe terjebak di dalam keputusan yang diambilnya sendiri. Kemudian Joe berpikir apakah penyesalan akan berguna? Inilah keputusannya. Ada hal-hal yang selalu membatasi tindakan atau keputusan seseorang dalam hidupnya. Mungkin menurut orang lain sungguh mudah melakukan apa yang mereka inginkan tapi Joe berpikir bahkan keegoisan dalam diri sendiri bisa menyebabkan suatu penyesalan. Akhirnya Joe memutuskan tetap melanjutkan apa yang ia jalani sekarang tanpa melupakan impian atau keinginannya. Ia bisa belajar hal-hal mengenai broadcasting dengan cara apapun walau memang tak akan bisa sempurna pengetahuannya seperti yang diperoleh di tempat khusus pembelajaran mengenai hal tersebut.
Kembali pada case si A tadi, di samping Joe meneruskan usaha keluarga, Joe tentu akan terus belajar. Belajar segala hal agar impiannya tercapai dan yakin suatu hari impiannya akan dapat memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Dengan pengorbanan yang Joe lakukan, Joe berharap hal tersebut tidak akan terjadi pada kedua adiknya. Bila kedua adiknya berhasil suatu hari nanti, Joe tak akan menyesal dengan keputusannya. Tak ada kata terlambat untuk belajar. Karena seseorang tak akan pernah bisa sempurna sekalipun sampai ia kembali pada-Nya. Belajar akan kehidupan takkan pernah ada habisnya.
Setiap pemikiran dan pendapat manusia pasti akan berbeda-beda. Tergantung bagaimana cara mereka berpikir dan sudut pandang yang mereka ambil. So… untuk A, putuskanlah apa yang menurutmu akan menjadi yang terbaik! Kamu tidak bisa mengambil keputusan berdasarkan pendapat orang lain karena mereka semua bukan kamu. A adalah A. Semua keputusan yang kamu ambil kelak akan berpengaruh pada kehidupanmu sendiri. Bila kamu yakin apa yang akan kamu lakukan, penyesalan tetap akan ada namun tidak akan sebesar penyesalan yang kamu ambil berdasarkan hasil pendapat orang lain. SEMANGAT!! =)