Mengenai Saya

Foto saya
I am who I am.. Jangan cepat mengambil kesimpulan tentang saya sebelum mengenal saya secara langsung! Yang terpenting dalam hidup saya adalah keluarga. Persahabatan adalah segalanya buat saya. Setiap manusia pasti merasakan yang namanya cinta, termasuk saya.

Jumat, 22 April 2011

Must Let You Go but I Really Can't


            Air mata yang tertahan hanya bisa membasahi tanpa bisa jatuh. Terlalu banyak yang telah dikorbankan demi cinta ini dan kini semuanya harus berakhir. Kamu pun telah bahagia di sana dan aku tak ingin menjadi kotoran pada lukisan masa depanmu. Biarlah aku yang tersakiti, biarlah hanya air mataku yang jatuh. Bertahun-tahun sudah kujaga perasaan ini dan pada akhirnya tetap tak berujung. Tak ada lagi yang kuharapkan. Bahkan, sakit ini telah berubah menjadi tangisan yang beku.
            Siapa yang akan mendengar tangisan ini? Siapa yang mengerti? Semua menganggap seolah-olah ini perasaan yang bodoh tapi bagiku ini adalah perasaan yang berharga. Tak pernah bisa kubuang. Jari-jari yang menggenggam erat cinta yang kujaga, kini perlahan kubuka. Seperti pintu hati yang selama ini kututup rapat agar tak ada yang mengisinya. 

Kamu ingin aku membuang rasa cintaku
Kamu ingin aku mengubur dalam-dalam semua rasa sayangku
Kamu ingin aku tak lagi mengharapkanmu
Kamu ingin aku berhenti menangis untukmu

Tapi tahukah kamu?
Itu semua hanya keinginanmu
Pernahkah kamu memikirkan keinginanku?
Apa yang menjadi harapanku?

Aku ingin kamu menghilang selamanya dari pikiranku
Aku ingin berhenti mengharapkanmu
Aku ingin mengusir bayanganmu dari hidupku
Aku ingin pergi selamanya

Tapi tahukah kamu?
Itu semua hanya keinginanku
Tanpa bisa kuwujudkan
Dan itu semua menjadi ketakutan yang mengikat hidupku

T_T

Pergilah! Pergilah! Saat kubuka ataupun kupejamkan mata ini, harapan terbesar dalam langkah hidupku ke depan adalah tak ingin lagi ada dirimu.

Jumat, 15 April 2011

Kemenangan yang Sesungguhnya

                Final hari ini berlangsung dengan cukup menegangkan. Diawali dengan kekalahan ’09 di awal pertandingan single membuat kami semakin berusaha di babak double dan campuran. Sepertinya ia sangat kecewa tapi itu tak jadi masalah buat kami. Kekalahan adalah sesuatu yang wajar apalagi ini adalah permainan sejurusan dimana kami adalah satu keluarga jadi bisa dikatakan ini adalah pertandingan keakraban.
                Babak double lebih menegangkan lagi karena kami kalah di set pertama dengan perbedaan nilai yang tipis. Untungnya keadaan sanggup dibalikkan dengan kemenangan di pihak kami untuk set kedua dan ketiga. Kemenangan yang sesungguhnya kini tergantung ganda campuran. Set pertama cukup memuaskan. Set kedua terjadi banyak kesalahan sehingga kami kewalahan melawan mereka. Untungnya di set ketiga, kami bermain semaksimal mungkin. 2-1 untuk ’09-’10. Gud job, guyz! ^^
                Kemenangan adalah hasil kerja keras. Berusaha lebih keras dibandingkan yang lainnya, penuh kepercayaan diri dan keyakinan. Walau terkadang kegagalan selalu menghalangi, tetap jangan biarkan kegagalan itu menjadi trauma dalam kehidupanmu yang masih sangat panjang. Mungkin kamu gagal hari ini tapi bukan berarti kamu akan gagal untuk selanjutnya. Yakinlah! Kemenangan yang sesungguhnya ada di genggaman tanganmu. =D

Kamis, 14 April 2011

About My Bestfriend


Christine.. Lebih sering dipanggil dengan sebutan "Amiau". Semasa SMA bisa dikatakan hyperactive, jago nge-dance tapi pas nge-dance jarang banget tersenyum. Yang gw suka dari dirinya, kepeduliannya pada teman-temannya dan sikap percaya dirinya mengalahkan orang lain. Gud luck for Amiau! I miss u so much! =)

=========================================================================
=========================================================================
   Shella.. Bermusuhan gara-gara seorang lelaki mungkin pernah kita alami tapi gw yakin sekarang itu tak lagi jadi masalah? Iy kan? =)Senyum dan tingkahnya selalu bisa menghibur orang lain. Nasehatnya selalu menjadi pelajaran bagi gw. Yang gw suka darinya, kedewasaannya dan kadang lemotnya. Hahahaha... =D

=========================================================================
=========================================================================
Elvia.. or Pia.. Kadang suka bingung sendiri sama apa yang ia lakukan. Yang gw suka darinya, kemauan untuk berusaha dan kerja keras menggapai impiannya. Seorang sahabat yang selalu resah di saat sahabatnya kesusahan. Kadang tak sempet memperhatikan diri sendiri demi melaksanakan tanggung jawabnya. Cia Yo o! ^^




=========================================================================
=========================================================================
Viviani.. dijuluki "BibikAnik" oleh teman-temannya. Seorang yang periang dan sangat ingin berusaha. Kekurangan tidak menjadikannya lemah, itulah yang kusuka darinya. Ia akan menjadi seseorang yang paling dekat denganmu bila ia menganggapmu sebagai sahabatnya. Tak pernah putus asa dalam kehidupan. Sering menjadi bahan candaan teman-teman tapi tak pernah dianggapnya serius. >_<

Apa kabar sahabat?


          Apa kabar sahabat? Apakah hari ini kamu baik-baik saja?
          Walau Joe terus menyangkal, tak dapat ia hindari bahwa ia memang merindukan sahabatnya. Setiap hari bertemu tapi tak dapat berkata apa-apa, tak bisa saling bercerita. Joe tak mengerti keadaan ini. Apakah harus karena keegoisannya, ia melupakan persahabatannya ini? Tidak! Bukan Joe yang meninggalkan persahabatan mereka. Pertengkaran itu memang harus terjadi dan telah terjadi. Tak ada yang bisa mengubahnya.
          Hari ini Joe merasa sangat kecewa pada dirinya sendiri. Pertama karena komitmennya untuk mengubah diri ternyata sampai sekarang tidak sanggup dilakukannya. Joe tak tahu haruskah ia menyerah atau terus melanjutkan usahanya. Kedua, Joe meninggalkan sahabatnya di saat hujan. Masih tergambar dengan jelas masa-masa dimana mereka selalu pulang bersama saat hujan maupun panas terik matahari. Tempat tinggal yang dekat membuat Joe dan sahabatnya sangat akrab. Sejak pertengkaran yang terjadi beberapa bulan yang lalu, sampai sekarang Joe tak pernah lagi menganggapnya sahabat. Pertengkaran yang sangat tidak penting dan sepele tapi mampu menggoreskan sebuah luka bagi Joe.
          Satu langkah satu kecemasan. Bagaimana ia pulang nanti? Akankah ia kehujanan? Haruskah aku kembali dan menawarkan payung untuknya? Kekhawatiran terus menunggu tapi Joe tetap tak melangkahkan kakinya kembali. Apa yang dipikirkan Joe sebenarnya? Jika ia menurunkan sedikit saja ego-nya, mungkin saja ia takkan menyesal. Hujan makin deras dan Joe makin merasa bersalah. Kembali menawarkan sedikit pertemanan bukan berarti akan membuka luka lama.
          Maaf… Maaf karena aku hanya dapat memikirkan keadaanmu namun tak dapat membantumu. Tak ingin ada kekecewaan lagi dan luka itu telah kukubur dalam-dalam. Meski harus menjadi iblis, biarlah aku menjadi iblis bagi semua orang namun aku hanya ingin menjadi pelindung bagi sahabat yang pernah kau lukai. Hanya berharap kamu akan bahagia, sahabatku. Joe.

Minggu, 03 April 2011

I Love Playing Badminton

                Fiiiiuuuhhh… Joe menghela nafas lega. Hari yang sungguh melelahkan. Semalaman jantungnya berdegup tak karuan. Minggu, 3 April 2011, Joe mengikuti sebuah pertandingan badminton antar angkatan di jurusannya. Walau sering bermain, Joe tetap tak yakin pada kemampuannya. Sejak mengikuti ekstrakurikuler di SMA-nya dulu, Joe selalu kalah melawan teman-temannya. Sampai-sampai ia bertekad akan terus berlatih dan berlatih agar suatu hari ia akan menang melawan mereka. Akan tetapi Joe tak yakin apakah ia akan bertemu dengan teman-temannya kembali. Mereka kini tersebut di kota yang berbeda. Ada yang di Jakarta, ada yang di Medan, ada yang bahkan tak tahu di mana keberadaannya sekarang. Joe sungguh merindukan masa-masa itu.
                Badminton adalah salah satu olahraga yang paling digemari Joe. Saat ia memukul bola dengan raketnya, Joe selalu merasa lega apalagi bila ia dapat memukul bola itu sambil membayangkan wajah orang yang dibencinya. Jika sedang emosi atau sedih, Joe selalu melampiaskan segalanya pada saat bermain badminton. Raket pertama dibeli Joe dengan gaji pertamanya dalam membuka les privat untuk anak-anak SD di sekitarnya. Raketnya memang bukan raket terkenal seperti yonex dan sebagainya, tapi bagi Joe itu adalah raket kebanggaannya. Setiap ia bermain ataupun bertanding, ia akan memilih menggunakan raket miliknya dibandingkan harus meminjam raket dari orang lain. Sejak kuliah di Bandung, Joe tak lagi membawa raket kesayangannya karena ia tak tahu apakah hobinya itu akan dilanjutkan di kota ini. Namun ternyata di Bandung, Joe juga masih melanjutkan permainan badminton-nya walau tidak sesering dulu. Jadi Joe berpikir bahwa ia akan membeli sebuah raket yang baru yang lebih bagus tanpa melupakan raket pertamanya. Ya.. mungkin hal itu sampai sekarang belum ia capai apalagi mengingat tugas-tugas kuliahnya yang selalu datang menghampiri sampai ia tak lagi sempat bermain.
                Joe sangat bangga pada dirinya sendiri hari ini karena ia tak lagi mengecewakan orang-orang yang mendukungnya. Walau ia tak bermain cukup baik di babak pertama tapi ia berhasil memenangkan pertandingan di babak kedua dan ketiga. Melihat wajah gembira diantara teman-teman seangkatannya, Joe sangat senang. Jantungnya yang terus berdegup kencang sebelum pertandingan dan saat pertandingan langsung normal lagi bahkan tenaganya langsung down begitu pertandingan selesai. 3-0 untuk 09-07. Permainan lawan cukup bagus tapi keyakinan dalam diri Joe dan semangat yang diberikan teman-temannya membuat Joe yakin ia tak boleh mengecewakan mereka semua. Ia tak ingin mengulangi kesalahan yang sama yang terjadi di tahun lalu dan hal itu terbukti hari ini. Apakah minggu depan permainan Joe akan seperti hari ini? Lawannya minggu depan mungkin lebih tangguh dan ini adalah tantangan. Masih 2 minggu menuju kemenangan yang sebenarnya. Thanks for today, God! There is no victory without You.
                Rasa letih terbayar dengan kemenangan dalam genggamannya hari ini dan semoga minggu depan akan lebih baik lagi. Badminton is my hobby and it will be a part of my life.

Jumat, 01 April 2011

Decision is The Way of Your Life

            Tanggung jawab seorang anak laki-laki dalam sebuah keluarga tentu lebih besar daripada tanggung jawab seorang anak perempuan. Bagi Joe, kedudukan itu tak ada bedanya. Semua anak adalah sama di mata orang tuanya. Baik laki-laki ataupun perempuan, keduanya memiliki tanggung jawab yang sama di dalam keluarga. Joe menemukan sebuah soal yang sulit dalam kehidupannya hari ini. Ketika posisinya dihadapkan pada sebuah pilihan yang sulit antara memilih keluarga ataukah impiannya.
            Case : A adalah anak kedua dari empat bersaudara. Sejak ayahnya menghembuskan napas terakhir, A kini tahu bahwa ia memiliki tanggung jawab yang sangat besar. Keluarganya tidak dapat bergantung pada anak sulung, kakak laki-lakinya, yang tidak pernah mau peduli tentang masalah di keluarga mereka. Sementara adik perempuannya kini baru menapaki hidup perkuliahan. Si bungsu masih SMA dan masih terlalu dini baginya untuk mengurus masalah keluarga. Ibunya sudah lanjut usia dan sangat membutuhkan kehadiran A dalam meneruskan usaha keluarga yang ditinggalkan oleh ayah mereka. A diambang kebingungan antara tetap meneruskan kuliahnya yang kurang lebih 1 tahun lagi atau pulang ke kampung halaman meneruskan usaha keluarga demi memenuhi kebutuhan hidup keluarga karena dapat dikatakan bahwa ekonomi keluarganya kini sedang krisis. Kuliah sangat penting dalam hidup A. Demi impiannya menjadi seseorang yang lebih sukses, A berusaha menemukan jalan keluar agar ia tidak harus mengabaikan kedua hal penting tersebut.
            Untuk membantu A keluar dari masalah, banyak pendapat telah diutarakan. Joe mungkin akan kebingungan bila ia berada dalam posisi A. Berdasarkan kasus yang ada, Joe berpikir tentang apa yang harus ia lakukan bila ia menjadi A sekarang. Joe akan pulang untuk meneruskan usaha keluarga (jaga toko). Di samping itu, Joe takkan pernah melupakan pentingnya sebuah kuliah. Untuk apa dia kuliah? Apakah demi sebuah gelar sarjana? Tidak. Joe berpikir bahwa ia kuliah untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa gelar sarjana pentinga dalam dunia kerja, tapi di samping gelar tersebut Joe yakin bahwa keterampilan dan pengetahuan menjadi hal yang paling utama. Pengetahuan bisa diperoleh dari mana saja apalagi di dunia modern sekarang. Pengetahuan dan pendidikan tidak hanya bisa didapat dari kuliah. Dari buku-buku pengetahuan, internet, dari pengalaman orang lain atau bahkan dari hal-hal yang dialaminya sehari-hari. Semua itu adalah pembelajaran dalam kehidupan.
            Sama seperti keputusan Joe yang mengambil kuliah pada jurusan yang sebenarnya bukan menjadi impiannya. Joe tidak pernah memimpikan akan memasuki dunia yang kini tengah dijalaninya. Semua itu terjadi begitu saja. Tadinya ingin terjun dalam dunia broadcasting ternyata tak mampu ia perjuangkan. Joe terjebak di dalam keputusan yang diambilnya sendiri. Kemudian Joe berpikir apakah penyesalan akan berguna? Inilah keputusannya. Ada hal-hal yang selalu membatasi tindakan atau keputusan seseorang dalam hidupnya. Mungkin menurut orang lain sungguh mudah melakukan apa yang mereka inginkan tapi Joe berpikir bahkan keegoisan dalam diri sendiri bisa menyebabkan suatu penyesalan. Akhirnya Joe memutuskan tetap melanjutkan apa yang ia jalani sekarang tanpa melupakan impian atau keinginannya. Ia bisa belajar hal-hal mengenai broadcasting dengan cara apapun walau memang tak akan bisa sempurna pengetahuannya seperti yang diperoleh di tempat khusus pembelajaran mengenai hal tersebut.
            Kembali pada case si A tadi, di samping Joe meneruskan usaha keluarga, Joe tentu akan terus belajar. Belajar segala hal agar impiannya tercapai dan yakin suatu hari impiannya akan dapat memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Dengan pengorbanan yang Joe lakukan, Joe berharap hal tersebut tidak akan terjadi pada kedua adiknya. Bila kedua adiknya berhasil suatu hari nanti, Joe tak akan menyesal dengan keputusannya. Tak ada kata terlambat untuk belajar. Karena seseorang tak akan pernah bisa sempurna sekalipun sampai ia kembali pada-Nya. Belajar akan kehidupan takkan pernah ada habisnya.
            Setiap pemikiran dan pendapat manusia pasti akan berbeda-beda. Tergantung bagaimana cara mereka berpikir dan sudut pandang yang mereka ambil. So… untuk A, putuskanlah apa yang menurutmu akan menjadi yang terbaik! Kamu tidak bisa mengambil keputusan berdasarkan pendapat orang lain karena mereka semua bukan kamu. A adalah A. Semua keputusan yang kamu ambil kelak akan berpengaruh pada kehidupanmu sendiri. Bila kamu yakin apa yang akan kamu lakukan, penyesalan tetap akan ada namun tidak akan sebesar penyesalan yang kamu ambil berdasarkan hasil pendapat orang lain. SEMANGAT!! =)