Mengenai Saya

Foto saya
I am who I am.. Jangan cepat mengambil kesimpulan tentang saya sebelum mengenal saya secara langsung! Yang terpenting dalam hidup saya adalah keluarga. Persahabatan adalah segalanya buat saya. Setiap manusia pasti merasakan yang namanya cinta, termasuk saya.

Sabtu, 16 Juli 2011

It's not my choice

                Apa ini? Air mata ini jatuh begitu saja tanpa bertanya terlebih dahulu. Janji yang telah Joe buat, diingkari akhirnya. “Aku takkan menangis lagi karena seorang lelaki.” Sebuah janji yang dibuat Joe saat terakhir kalinya ia menangis karena cinta pertamanya. Lalu apa alasan sekarang Joe menangis? Masih ingat dengan S si Secret? Ya, dialah satu-satunya alasan yang bisa membuat Joe menangis. Apa salah S? Ia memang tak bersalah. Sebagai seorang lelaki normal, wajar S dekat dengan wanita manapun. Ia bukan pacar Joe. Joe hanya orang yang menyayanginya S tapi hal itu tidak berlaku sebaliknya. Mencoba membuat S sadar akan perasaan Joe hanya sia-sia.
                At last, Joe membuat keputusannya sendiri. Menghilangkan S dari kehidupannya tapi sanggupkah ia melakukan semua itu? Baru sehari namun Joe sangat merindukan candaannya. Baru sehari tapi Joe selalu bertanya, “Kenapa ia tak mencariku? Apa ia memang tak peduli? Sedang apa dia hari ini? Kapan ia akan bertanya lagi sedang apa aku hari ini?” Joe tak tahu kapan perasaan itu muncul, begitu pula ia tak tahu kapan perasaan ini dapat pergi. Akibat keputusan yang dibuatnya, Joe tak lagi menanggapi S. Ia tak ingin lagi terbawa perasaan. Ia tak ingin luluh karena sikap S yang manis namun hanya umpan belaka.
                Kini keputusan itu memperoleh hasil. S capek dengan sikap Joe yang cuek. Joe berhasil membuat S tidak tertarik lagi padanya. “It’s your choice. Bye.” Kalimat sederhana namun bisa membuat Joe meneteskan air mata. It’s not my choice, S. Someday I’ll tell you why I can be like this but not now and that’s if you still care. Sorry. Joe. Harapan terbesar Joe saat ia mengambil keputusan itu adalah ia hanya ingin tahu bagaimana perasaan S yang sesungguhnya. Apakah S benar-benar peduli padanya? Apakah S hanya menganggapnya teman di saat dia sendiri? Apakah S benar-benar membutuhkan Joe dalam hidupnya. Dan hasilnya? Nothing.
                Selamat tinggal, S! Thanks banget uda memberikan dua malam yang terindah yang tak pernah kurasakan sebelumnya! Malam pertama dimana kita pergi dengan banyak orang namun bagiku malam itu hanya kita berdua, kamu dan aku. Malam kedua adalah pertama kalinya aku makan malam berdua dengan laki-laki yang kusayangi yaitu kamu. Apa yang akan terjadi ke depannya, aku hanya berharap itulah yang terbaik untuk kita berdua. Maaf untuk keegoisanku. Joe.
               

Tidak ada komentar:

Posting Komentar