Fiiiiuuuhhh… Joe menghela nafas lega. Hari yang sungguh melelahkan. Semalaman jantungnya berdegup tak karuan. Minggu, 3 April 2011, Joe mengikuti sebuah pertandingan badminton antar angkatan di jurusannya. Walau sering bermain, Joe tetap tak yakin pada kemampuannya. Sejak mengikuti ekstrakurikuler di SMA-nya dulu, Joe selalu kalah melawan teman-temannya. Sampai-sampai ia bertekad akan terus berlatih dan berlatih agar suatu hari ia akan menang melawan mereka. Akan tetapi Joe tak yakin apakah ia akan bertemu dengan teman-temannya kembali. Mereka kini tersebut di kota yang berbeda. Ada yang di Jakarta, ada yang di Medan, ada yang bahkan tak tahu di mana keberadaannya sekarang. Joe sungguh merindukan masa-masa itu.
Badminton adalah salah satu olahraga yang paling digemari Joe. Saat ia memukul bola dengan raketnya, Joe selalu merasa lega apalagi bila ia dapat memukul bola itu sambil membayangkan wajah orang yang dibencinya. Jika sedang emosi atau sedih, Joe selalu melampiaskan segalanya pada saat bermain badminton. Raket pertama dibeli Joe dengan gaji pertamanya dalam membuka les privat untuk anak-anak SD di sekitarnya. Raketnya memang bukan raket terkenal seperti yonex dan sebagainya, tapi bagi Joe itu adalah raket kebanggaannya. Setiap ia bermain ataupun bertanding, ia akan memilih menggunakan raket miliknya dibandingkan harus meminjam raket dari orang lain. Sejak kuliah di Bandung, Joe tak lagi membawa raket kesayangannya karena ia tak tahu apakah hobinya itu akan dilanjutkan di kota ini. Namun ternyata di Bandung, Joe juga masih melanjutkan permainan badminton-nya walau tidak sesering dulu. Jadi Joe berpikir bahwa ia akan membeli sebuah raket yang baru yang lebih bagus tanpa melupakan raket pertamanya. Ya.. mungkin hal itu sampai sekarang belum ia capai apalagi mengingat tugas-tugas kuliahnya yang selalu datang menghampiri sampai ia tak lagi sempat bermain.
Joe sangat bangga pada dirinya sendiri hari ini karena ia tak lagi mengecewakan orang-orang yang mendukungnya. Walau ia tak bermain cukup baik di babak pertama tapi ia berhasil memenangkan pertandingan di babak kedua dan ketiga. Melihat wajah gembira diantara teman-teman seangkatannya, Joe sangat senang. Jantungnya yang terus berdegup kencang sebelum pertandingan dan saat pertandingan langsung normal lagi bahkan tenaganya langsung down begitu pertandingan selesai. 3-0 untuk 09-07. Permainan lawan cukup bagus tapi keyakinan dalam diri Joe dan semangat yang diberikan teman-temannya membuat Joe yakin ia tak boleh mengecewakan mereka semua. Ia tak ingin mengulangi kesalahan yang sama yang terjadi di tahun lalu dan hal itu terbukti hari ini. Apakah minggu depan permainan Joe akan seperti hari ini? Lawannya minggu depan mungkin lebih tangguh dan ini adalah tantangan. Masih 2 minggu menuju kemenangan yang sebenarnya. Thanks for today, God! There is no victory without You.
Rasa letih terbayar dengan kemenangan dalam genggamannya hari ini dan semoga minggu depan akan lebih baik lagi. Badminton is my hobby and it will be a part of my life.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar