Memikirkan terlebih dahulu perasaan seseorang sebelum kamu mengucapkan sesuatu mungkin akan menjadi sesuatu yang lebih baik. Tidak semua orang selalu menyukai apa yang akan kamu lakukan dan bicarakan walau sedekat apapun hubungan kalian. Sudah kesekian kalinya Joe berusaha mati-matian menahan rasa marah pada teman-temannya yang selalu menjelek-jelekkan dirinya. Joe tahu bahwa mereka hanya sekedar bercanda namun apakah dengan Joe mendiamkan mereka maka mereka bisa seenaknya meneruskan bahan candaan mereka? Untuk kesekian kalinya pula Joe selalu berpikir apakah yang ia lakukan adalah benar atau sebenarnya dirinya lah yang munafik? Berpikir mengenai seseorang, marah-marah kepada seseorang namun semua itu hanya dapat dilakukannya di belakang. Joe mengakui bahwa sebuah perubahan itu tidaklah gampang. Hari ini adalah hari ketiga dalam diary kehidupan barunya. Kata-kata kasar yang sering diucapkannya selalu saja keluar dari mulutnya begitu saja setiap ada yang memancing suasana. Joe mulai kecewa pada dirinya sendiri tapi ia tak ingin menyerah. Baru tiga hari dan jalan yang akan ia tapaki masih sangat panjang. Seorang guru pernah bertanya pada Joe apakah ia akan mengubah dirinya bila suatu saat seseorang yang ia sayangi memintanya untuk berubah. Joe pun menjawab dengan yakin, “I would change if indeed there is something wrong in my life but I'm not going to change something that I think is true.”
Diary, seharian ini Joe tidak bertemu dengannya. Sebut saja, Putra. Teman sekelas Joe yang membuat Joe penasaran akhir-akhir ini. Tidak tahu setan apakah yang merasuki Joe hingga ia bisa tertarik pad Putra. Putra terlihat sangat biasa dan jarang dibicarakan oleh teman-teman wanitanya yang suka gosip itu. Bingung, tak ingin berharap, tak ingin terlalu jauh, dan tak ingin memikirkan. Empat hal itu yang mungkin akan dilakukan Joe saat ini. Cukup hanya penasaran dan tak lebih. Tak pernah ada pria yang benar-benar bisa membuat jantungnya berpacu dengan cepat selain cinta pertamanya. Kapan Joe akan menemukan seseorang itu? Joe tak ingin lagi menanyakan tentang waktu karena sekarang Joe tahu mengapa ia harus tetap menunggu. Ia pernah berkata pada diri sendiri, “Aku harus menghilangkan sifat buruk dalam diriku sendiri sebelum memulai suatu hubungan yang baru. Tak ingin lagi membuat orang lain kecewa. Sampai sifat buruk itu benar-benar lenyap dalam diriku, aku tak akan pernah bisa membuka pintu hati ini untuk siapapun.” Sambil mengepalkan tangannya, Joe berkata dengan yakin, “I’ll find my soulmate one day. I believe it.”
Don't give up as long as you believe that your life is still a long way! Joe.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar